Minggu, 30 September 2018

Being an Idealistic Alien
𛲣September 30th, 2018



"...you're weird."

Gue udah nggak bisa menghitung seberapa sering orang lain melontarkan hal tersebut ke gue.
Yang gue tau, sering.
Gue juga nggak tau sejak kapan keterbiasaan gue menerima perkataan tersebut berubah jadi ketidaksukaan terus balik lagi ke biasa dan nggak suka.

Saat lo dianggap beda, saat lo dianggap aneh, saat lo dianggap melenceng dari normal. Menjadikan lo merasa berada di dimensi lain. Dimensi yang lo kenal dengan baik dan lo merasa nyaman. Tapi tiba-tiba dimensi itu menjadi pertanyaan buat lo dan membuat lo merasa asing bahkan merasa perlu melarikan diri. Tapi tanpa lo sadari kewarasan itu masih disana, dan menyeret lo balik untuk stay. Karena dimensi itu bukan tempat dimana oppositenya waras disebut.

Kadang gue merasa kalau gue adalah alien yang terdampar di bumi. Begitu banyak hal yang menurut gue asing dan aneh. Begitu banyak manusia yang gue nggak ngerti. Begitu banyak rule dan kebijakan-kebijakan yang asing. Too much crowd, too much hate, too much war.. too much negativity. Mungkin dulu gue berasal dari Pluto, terus Tuhan menghukum gue atas kesalahan yang gue nggak tau apa dan mengirim gue ke bumi sebagai bentuk hukumannya -ya ini fix ngelantur.

Ngomongin Pluto, gue juga berempati sama dia. Dimana untuk menjadi planet aja dia harus masuk syarat-syarat spesifik. Dimana awalnya orang-orang consider dia sebagai sebuah planet -entah awalnya Pluto suka atau enggak dengan hal itu. Lalu out of nowhere dia di depak dari jajaran tata surya. Orang berubah pikiran dengan riset-riset dan pertimbangan mereka (untuk dunia ilmu pengetahuan ini penting sih, gue cuma lagi ngedrama aja). Dia yang walaupun tetap memiliki jalur orbitnya sendiri, tapi dianggap beda sama orang karena jalur orbitnya nggak sama dengan jalur planet lain.

Maka IAU declared kalau dia bukan exactly sebuah planet beneran. Dia di cap berbeda, dia dikucilkan, dihilangkan dari bagian itu dan dikelompokkan sebagai dwarf planet. Entah kesalahan apa yang Pluto buat. Or yeah they had no idea if Pluto was not one of them in the first place. Ya, mungkin Pluto juga bertanya-tanya, Why did you judged me, considered me as the part of that kind of planet in the first place? Because you know what, i'm not. Entah apakah ada yang merasa kehilangan juga atas kepergian Pluto dari jajaran tersebut, mungkin. Untungnya si Pluto ini nggak punya hati, nggak punya perasaan selayaknya kita manusia. Jadi kemungkinan dia nggak terisak-isak di luar sana sendirian. Atau malah dia enjoy aja dan menikmati kebebasannya? Seperti yang memes diluar sana bilang kalo Pluto don't give a fuck? Who knows.


So my dear Pluto, i wish you the greatest joy of life, wish your everyday to be filled with lots of love -from whoever they are. And it's ok to live your own life. Life is hard, but i know you can go through it.

Dulu, saat gue dibilang aneh sama orang (dibilang aneh sama orang yang nggak ngerti keanehan gue maksudnya) maka gue akan ignore aja. Menganggapnya kaya angin lalu tanpa bahkan merasa perlu sakit hati atau gimana. Seiring berjalannya waktu, gue mulai... muak. Mulai merasa bahwa mata gue berpindah lebih menyudut saat mendengar hal itu, lalu temperature udara di hati gue mulai suam-suam kuku. Makin kesini bukannya diri gue semakin settled dan terbiasa atau semakin bisa beradaptasi dengan hal itu, gue malah semakin kesel dan nggak tahan pengen rip off their head. Sekarang ini gue sangat sensitif. Gue seolah nggak bisa lagi menganggap santai hal itu. Suam-suam kuku tadi udah mendidih dan otak gue udah ngebul. Ekspresi mata gue udah nggak tertolong dan pertahanan terakhir mulut gue udah runtuh. It's-not-even-feel-slightly-funny-at-all.

Saat gue diajak makan bareng dan gue lebih memilih makan keluar sendiri, atau menolak karena gue masih kenyang -seriously saat itu gue masih kenyang. Atau saat gue diajakin hangout kemana dan gue bilang, thanks but no, itu bukan karena gue benci atau nggak suka sama orang-orang disekitar gue.

It just me want to be alone with myself, i mean i need my own space bro. Gue nggak bisa kaya kalian yang klayangan kemana tau, ngumpul sana-sini dan asik-asik ria, bahas skandal seleb atau ngomongin make up. Gue nggak bisa. Gue nggak kaya gitu. Dan tolong jangan consider gue sebagai orang yang aneh. Terlalu aneh kah? Well dunia ini luas, ilmuan bahkan sering discover sesuatu yang asing lalu di publikasi dan kalian nerima-nerima aja, why with this kind of personality then?

I just need my own space. And this is the way i think, this is how i express myself, etc.

I can't talk to you about how you apply your eyeliner, about your dream last night, bunch of your bags collection, how do you like your eggs cooked in the morning, which one is the best bakso at the area, which saloon do you prefer, or how you cooked your ayam rica-rica. I don't. And is that the reason i can't get along with people?? Apakah nggak ada orang yang ngomongin hal lain selain hal-hal kaya gitu? Apakah gue harus feel excited tentang hal-hal yang dibilang common kaya gitu untuk bisa nyambung sama orang? untuk dianggap normal? untuk dianggap sebagai manusia?

Well, i chose to be an alien then. Where you can just leave me alone on my own universe.

Sangat sulit untuk gue menemukan orang-orang yang bisa mengerti gue. Mengerti gue dalam arti bener-bener mengerti. Jalan pikiran gue, pandangan gue tentang sesuatu, suara yang gue keluarkan dan juga perasaan gue. Gue punya segelintir orang yang masuk dalam list itu. Dan buat gue pribadi mereka penting. Karena untuk atom ini sendiri orang-orang kaya mereka itu jarang. Sebegitu jarangnya menemukan seseorang yang bisa nyambung, yang bisa get along sama pemikiran dan humor ini. Even saat orang lain merasa gue nyambung sama mereka, but -not even in the surface- gue enggak. Ngomongin tentang the trivial things they talked for hours. That's just me trying, memaksa diri gue mati-matian untuk bersikap normal, maksud gue untuk dianggap normal. Yang kalo dari kaca mata gue sendiri itu enggak normal. Ok kalo lo ngerasa pusing bacanya, ambil Panadol.

Gue juga nggak biasa membuka diri gue ke orang lain. Presentase keterbukaan gue sama orang memang kecil banget. Gue sangat hati-hati tentang hal satu ini. Karena gue merasa nggak semua orang bisa dipercaya, and most of them are not. Dan melemparkan kepercayaan kita begitu saja kepada orang lain itu sayang banget. Contohnya saat gue menceritakan sedikit tentang diri gue ke orang lain yang belum benar-benar gue percaya, even cuma seklumit kulit ari, gue merasa perlu menarik dan menelan perkataan gue kembali bulat-bulat. Gue berharap waktu berputar ke detik dimana lidah gue akan mengatakan hal itu dan gue bisa menghentikan diri gue disana. Gue merasa sebagai orang bego yang telah membocorkan rahasia negara dan akan membuat negara itu runtuh dan hancur. Padahal mungkin kenyataannya nggak gitu. Mungkin obrolan ringan kaya gitu sebenarnya umum aja. Tapi gue terlalu reserved. Itulah kenapa gue nggak membuka diri ke orang. Nggak terbiasa curhat-curhatan ke orang, kecuali sama satu dua orang yang memang gue percaya dan bisa mengerti omongan gue. Lagi nggak setiap orang juga peduli kan sama urusan kita?

Karena pribadi gue yang reserved ini gue sering dapat persepsi yang menurut gue salah dari orang lain. Gue sering dikira sombong karena gue nggak banyak ngomong -terutama sama orang yang baru kenal gue. Gue sering dikira judes, karena pandangan kosong gue ternyata terlihat kaya mau nerkam orang. Itu juga sebenernya membuat gue kesel. Maksudnya gue sama sekali nggak punya intention jelek apapun, tapi penilaian mereka ke gue udah gitu-gitu aja. Maybe i'm the dullest person you'll ever met in your life. Karena hal ini juga kalimat kaya "Sodara lo nggak asik banget si" atau "Temen lo judes banget tau" sering gue dengar, dan well yeah..

Tapi kadang memang ada saat-saat dimana gue pengen ditinggal sendiri. Nggak pengen ngomong sama siapapun dan tanpa gue sadari ekspresi wajah gue terlihat sangat tidak bersahabat. Jadi advice buat orang-orang saat melihat gue seperti ini atau kalau mereka bisa merasakan vibe gue yang nggak enak,  just don't get close to me. Don't even say hi to me, just go and leave me alone. Because i have this kind of witch inside me and i don't want you to get hurt by her, whether her behaviour or her words. Just please stay away and mind your own business. I will really really appreciate that. Thanks.

Selama ini gue hidup didunia ini, inhale udara yang tercipta dari fotosintesis tumbuhan yang juga hidup di bumi ini, membangun relasi, memulai percakapan dan melakukan interaksi lain antar manusia, gue masih nggak bisa mengerti mereka. Seolah gue tu minyak dan mereka air. Mau di shake segimanapun juga i can't blend well with them. I will always be this kind of part.

Dan dunia ini adalah tempat yang menakutkan. Gue nggak tau bagaimana dengan dunia di Pluto. Tapi yang gue tau disini memang menakutkan. Saat gue buka website BBC pagi pagi buta dan yang gue lihat adalah gambar anak kecil berlumuran darah dengan keadaan lingkungan sekeliling dia berasap and i could feel the chaos there. Yang gue lihat adalah perlakuan semena mena manusia ke manusia lainnya, pelecehan terhadap kaum wanita atau pencemaran lingkungan yang akut hasil dari campur tangan si manusia itu sendiri. Dan juga manusia yang menjudge manusia lain seenak jidat. Those callous human.. Mereka yang nggak tau tempat, mereka yang rasanya nggak berbelas kasih banget, yang nggak punya empati satu sama lain. Yang menjatuhkan, yang suka melihat manusia lain kesusahan.

Gue adalah seseorang yang berpikiran kalau manusia nggak sepatutnya menjudge manusia lain berdasar appearance yang mereka miliki, uang atau materi yang mereka punya, jabatan mereka, keren atau nggaknya mereka dengan hal-hal tersebut. Menurut gue itu nggak sepantasnya dilakukan. Nggak sepantasnya dipakai sebagai tolak ukur.

Why don't we just forget the look? Why don't we just see through the soul? Why don't we??

Iya, gue tau, gue kedengarannya naif banget berpikiran kaya gini. Dan mungkin orang lain akan bilang 'Itu mah elo nya aja ma yang lebih concern ke hal hal kaya gitu', mungkin. Gue juga nggak tau. Tapi tetep, semua itu membuat gue miris. Membuat gue bergidik dan membuat gue benci.

Iya, gue benci. Lo tau kan ada begitu banyak organisasi dan departemen pemerintahan yang menyerukan kedamaian. Ada begitu banyak poster yang menggaungkan persatuan, kesetaraan dan kemanusiaan dimana-mana! Ada trilliunan subsidi yang dicanangkan untuk tindakan kemanusiaan itu! Bukan hanya dari satu-dua negara, tapi ba-nyak! Ngenesnya buat gue adalah mereka bahkan nggak bisa menghentikan kechaosan ini. Even organisasi yang erat kaitannya dengan perdamaian, yang mengurus kasus ini-itu dari jaman kapan tau. Tapi masih ada begitu banyak kasus yang belum bisa teratasi, malah-malah semakin menjadi dan... you guys know. 

Dan lebih ngenesnya lagi ada begitu banyak pihak yang nggak bener-bener into it. Iya dia bersuara, mereka bersuara, tapi nggak sepenuhnya. Karena mereka berpikir mereka harus tetap melindungi diri, mereka nggak bisa terjun selepas-lepasnya karena mereka nggak sepenuhnya bebas. Ada hal-hal yang menurut mereka menyandung dan mereka nggak mau terseret ke lubang hitam. Mereka ingin tetap aman. Ingin tetap aman dari si BigBadLead. BigBadLead yang menurut mereka mempunyai segalanya. Dan gue dalam hati sering bertanya, kalo si BigBadLead ini memiliki segalanya, kenapa dia nggak menggunakan hal itu sebagai jalan untuk menciptakan perdamaian? Kenapa dia hanya mendukung sebelah pihak dan menyerukan kebenaran atas namanya, bahkan memberikan berupa-rupa subsidi pada rival tersebut yang membuat dunia ini semakin chaos. Why BigBadLead? Why?

Gue yang bisa tertidur dengan nyaman dan nyenyaknya dibelahan bumi selatan ini, sementara pada saat yang sama saudara-saudara gue, atau katakanlah manusia-manusia lain sedang menghadapi perang, sedang was-was akan kemungkinan bom yang tau-tau nyasar ke pemukiman mereka. Mereka yang lagi struggling sama kelaparan karena nggak ada sumber makanan, sementara keluarga pihak pemerintahan berfoya-foya dengan duit miliaran negara! Petinggi negara yang sibuk import ini-itu, bahan makanan terbaik, wine terbaik, pakaian terbaik just for their fucking assess! Sementara yang lain fighting with hunger but some of them starving their people to pay for nuclear weapons. They attached nuclear above the welfare of their people. What a tragic story.. Oh God, take me to Mars, please.. or Pluto might be better..

Dulu buat gue perang itu cuma ada di film, cuma karangan fiksi mengerikan yang gue liat dilayar kaca dan itu nggak nyata, nggak sepatutnya nyata. Tapi setelah gue gede gue tercengang dengan kenyataan kalau hal itu beneran nyata dan ada. Perang yang dipicu oleh keegoisan beberapa kelompok orang dewasa. Orang dewasa yang buat gue nggak punya otak. Mereka yang mengutamakan nuklir diatas kesejahteraan rakyatnya. Dan yang bikin jengkel lagi korban perang ini bukan hanya dari kalangan dewasa tapi juga anak-anak. Anak kecil yang literally they have no idea about what's happening in their world, tapi tau-tau mereka harus ngerasain reruntuhan bangunan menimbun badan mereka, tau-tau mereka harus ngerasain peluru bersarang di bagian tubuh mereka, mereka harus ngerasain gimana kehilangan orang yang mereka sayang didepan mata mereka! Mereka harus ngeliat berbagai kekerasan dan darah and they still have no idea what kind of shit is happening! Ngeliat wajah-wajah pilu itu gue merasa tercekik. Merasa bodoh, bego, dan lemah, cause i can't do anything, at all. This kind of weirdo alien can't do anything for you, so sorry..!

Kalau orang-orang dewasa itu yang memulai dan menciptakan perang, kenapa nggak mereka-merekanya aja yang mati? Kenapa nggak mereka aja yang ngerasain sakit dan luka? Kenapa anak-anak kecil itu juga yang harus menanggung gimana sakitnya? Kenapa harus nyawa-nyawa mereka yang melayang?

Kenapa si manusia suka banget menciptakan perang? Why are you so cruel human? Why are you so cruel, world? Why??

This is not how things in this world should work, right? So why?
Why can't we just live in peace? Why? Please tell me why..

There are so many why. And when i think this way, people will judge me like 'What? What are you thinking of girl? Why are you so weird?' And i will end up like, Ok no one understands. Bye.

Literally
parahnya gue adalah seperti ini ;
Gue pengen hidup di Pluto dan gue nggak mau ada astronot yang mendaratkan roket dan melakukan penelitian disana, karena itu akan sangat amat mengusik gue. Biarin gue menikmati kesendirian gue di outer space ini.. and let me looking back in time, looking the past-out into space. Let me be an approximately atom that contains with another atoms. Because when we're looking into space, that's the same as we're looking back in time (Ok, just to make it quite realistic guys, we do see light that has travelled enormous distances but we do not see the "past" -supaya bacaan gue terlihat lebih nyata aja, nggak kebanyakan fiksi, hal ini mengingatkan gue sama Mr. Hawking.) Because the light we are seeing from those stars has taken years to reach our eyes, even saat kita ngeliat si Proxima Centauri. Dan gue berharap saat itu dan disitu gue nggak dapat kunjungan dari alien lain karena gue akan merasa terganggu. So please stay away.

Crazy, right?
Saat gue hidupnya di bumi, literally bukan didaerah pedalaman yang sepi, bukan juga dengan kehidupan primitif yang serba terbatas. Dan gue berharap mempunyai kehidupan sesepi Pluto. Yang bahkan nggak dianggap -sejak belasan tahun lalu. Lagi pula siapa sih ma, yang mau menjadi bagian yang nggak dianggap? Pluto pun enggak ma. Dia pun, kalau bisa menyerukan aspirasinya dia juga kemungkinan nggak mau menjadi bagian yang nggak dianggap dan dibuang. So what's wrong with you?

Ya. What's wrong with me?
Mungkin gue hanya belum menemukan cara yang tepat untuk fit di bumi ini. Belum punya sesuatu yang tepat untuk membuat gue fleksibel dan nyaman dimanapun itu. Mungkin yang gue perlu adalah menunggu dan belajar untuk mengerti. Bukan hanya berharap untuk dimengerti oleh semesta ini. Sampai gue merasa baik-baik saja. Dengan ekosistem yang mau nggak mau, dan nggak bisa juga gue hindari. I'm such a weirdo, and ya i do still exist.

Mungkin nggak semua orang ngerti gimana capeknya struggling sama hal-hal kaya gini. Mungkin sebagian orang beranggapan ini lucu, kaya 'Hah, lo hidup aja susah banget si, tinggal go with the flow aja kali.' Iya. Tapi hal-hal dalam lingkup diri gue berbeda. I don't exactly know what it is, but it's hard and.. i pretty much hate it.

Masih gue liat lagi gimana cara manusia-manusia itu berpikir. Apakah cara berpikir seperti itu yang membuat diri mereka menjadi manusia, disebut manusia? Keserakahan, keiri-dengkian, ketidak mengertian. Oh my alien soul can't resist it.

Di tengah-tengah dunia yang penuh kekacauan ini, seidealis itulah gue. Dan gue masih nggak tau gimana caranya beradaptasi disini. Entah apakah gue akan mati dengan perlahan kalau memaksakan diri gue beradaptasi. Tapi kemungkinan mati dengan cara yang sama juga akan gue temui kalau gue nggak beradaptasi. Karena terus merasa asing dan aneh sama semua ini dan gue nggak mau mati perlahan, gue harap Tuhan membawa gue ke planet dimana gue berasal. Entah Pluto atau dimanapun itu.


...I'm weird. I'm a weirdo. I don't fit in. And i don't wanna fit in.
-Jughead Jones.


Here We Bring Open Minded Territory.

0 comments:

Posting Komentar

Bring Peace to The World

Contact