Rabu, 11 Juli 2018

Soccer is as Universal as Music
š›²£July 11th, 2018

Ternyata bukan hanya musik yang universal, sepak bola juga.

Ditengah-tengah semaraknya piala dunia 2018 -yang mana sebelumnya gue nggak peduli-peduli amat dan nggak merasakan euforianya. Kali ini gue dikejutkan dengan sebegitu antusiasnya orang-orang dikantor membahas si piala dunia ini. Dari status whatsapp -piala dunia, obrolan whatsapp -piala dunia, rencana pulang kantor -nobar piala dunia, obrolan di pantry -piala dunia, small talk -piala dunia. Dan pemandangan break out kantor bahkan berbackground bendera-bendera pemain piala dunia. 

Kita semua sebegitu tertariknya dengan si piala dunia ini. Even tho negara kita sendiri nggak ikut main coy, ya let's be clear, maksud gue negara kita pun sama sekali nggak pernah masuk list untuk main di piala dunia (hope we have a chance, soon). Tapi kita dengan semangatnya membela negara jagoan masing-masing. Kita rela begadang untuk menyaksikan pertandingan secara live dan rela nahan ngantuk pagi-pagi pas ngantor, ini bagi yang emang nahan ngantuk ya.

Sebegitu universalnya sepak bola. Terlepas dari piala dunia, hampir semua orang pasti punya team sepak bola kesayangan mereka. Terlepas dari piala dunia, kalau team sepak bola kesayangan mereka main, mereka kemungkinan besar akan nonton live.

Sekarang ini sepak bola bukan hanya menjadi lahan kaum adam. Banyak banget cewek-cewek yang menggandrungi sepak bola sekarang. Contohnya cewek-cewek di kantor, bahasan mereka akhir-akhir ini selalu seputaran bola, bahkan mungkin satu gedung ini, wew. Gue pribadi juga punya satu team sepak bola kesayangan dari dulu -Manchester United.

Kalau ditanya apa alasan cewek suka sepak bola, emm.. kemungkinan besar karena pemainnya ya. Kalo ada satu pemain aja yang kece di mata kita, kita pasti akan melabeli diri sebagai pendukung team tersebut. Kalo kita nonton bola, mata kita pasti tertuju kepada si pemain kesayangan, mengenai bolanya bergulir ke gawang yang mana, itu urusan belakangan.

Wait, wait.. tapi nggak gitu juga kok. Kalo gue ngeliat diri gue sendiri gue juga peduli dengan skor kami depan, kemanakah mereka setelah itu, siapakah yang kira-kira menjadi kandidat penggantinya, kenapa juga dia dengan koplaknya harus dijual atau keluar dari team kesebelasan, etc. Walapun gue nggak ngerti-ngerti amat juga tentang si sirkuit bundar ini, rules di lapangan, regulasi management atau apapun itulah, sampe-sampe kalo nonton pertandingan bola gue cuma kaya orang bego yang tau deh arah mata gue kemana, ngikutin gelindingan bola yang nggak gue tau apa maknanya, atau hal lain kaya, hah kenapa permainannya stop kaya gitu, pake acara ngumpul depan gawang team gue lagi tu lawan, eh eh apaan kok dia mau nendang bola ke gawang tim gue yang lain cuma mager aja baris didepan?? wait, wait.. apaan nih??, yah tapi FYI gue nggak sedongo itu lagi sekarang, gue tau hal itu dinamakan Offside, yang sebenernya gue kurang tau juga itu karena gimana. Tapi terlepas dari hal-hal tersebut ada kecintaan sendiri saat memiliki team kesayangan. See, lagi-lagi sepak bola menunjukkan ke universalannya. Walaupun mungkin dengan case yang berbeda.

Gue pernah jadi big fans dari salah satu ex MU -Robin Van Persie. Cool banget nggak si dia pembawaannya, uhh... Oke-oke bukan itu masalahnya. tapi tau-tau dia memilih untuk hengkang dari MU, padahal dia jagoan terbesar menurut gue, mana ganteng, hahh.. Kehilangan seorang striker macam dia, yang udah gue kagumi sekian lama, ternyata berat coy.. Gue nggak bisa bayangin sama penduduk Britania Raya yang bener-bener punya rasa sama ini orang, maksud gue big fansnya dia juga (baca : fansnya MU). Gimana sedih dan terpukulnya mereka, harus melepas si RVP ini dari kubu kesebelasan MU.

Awalnya gue berencana hengkang juga dari ke-Red Devil-an ini dan menyusul ke team terbarunya si ex nomor punggung 20 itu, atau ke team lain yang punya logo lumayan keren juga, J*vent*us. Gue nggak tau kenapa pake acara ngefilter tulisan itu, cuma kalo gue tulis terang-terangan gue ngerasa diri gue bagai penghianat banget, heh.. Akhirnya gue memilih stay di salah satu klub sepak bola terkaya ini. At least juga gue masih suka baju bolanya, walau ada keinginan besar buat gue melepas logo chevr* yang annoying, gede banget kaya lapangan basket.

Ngomongin nonton piala dunia, pasti ada pemutaran national anthem sebelum permainan di mulai. Walaupun kita hanya sebagai pendukung, yang notabene nggak satu negara, banyak juga yang ikut menyenandungkan lagu kebangsaan tersebut saat di putar. Ini bukan lagi soal patriotisme, ini bukan berarti mereka menjunjung tinggi negara lain dan menghilangkan kecintaan pada bangsa sendiri, sensi banget kalo pikirannya kaya gitu. Tapi karena kecintaan mereka pada sepak bola. Pada euforia yang mereka rasakan.

Beberapa orang bahkan memilih menonton piala dunia ini ditempat yang emang banyak penonton yang satu kubu sama mereka. Kaya orang satu kantor gue, dia dukung Inggris, dia nonton pertandingan Inggris vs Prancis di tempat yang emang banyak orang Inggrisnya nonton disana, pokoknya yang banyak supporter Inggris. Kata dia, biar seru, kalo menang seneng bareng, kalo kalah sedih bareng. Lagian nggak lucu juga dia nonton di tempat yang banyak supporter lawan. Iya kali dia mau sorak sorai sendiri kalo mereka kalah. 

Well.. jadi begitulah setidaknya yang gue maksudkan dari tema postingan ini. Dari negara manapun lo berasal, lo bisa suka team dari negara mana aja. Sekalipun nggak ngerti dunia persepak bolaan sama sekali, kita masih bisa suka sama sepak bola. Entah gimanapun backgroundnya, mau cewek ataupun cowok, ada aja yang buat kita suka sama sebuah team sepak bola, terlepas dari alasan-alasan apapun itu. Yah.. walaupun kecintaan kita kadang musiman. Tapi kecintaan kita pada sepak bola itu terbukti Universal -dalam pandangan gue.

Jadi, terus dukung tim kebanggaanmu,
Kalah ataupun menang...

Here We Bring Open Minded Territory.

Bring Peace to The World

Contact