Jumat, 27 April 2018

Life Nowadays
𛲠April 26th  , 2018

Hah.. rasanya emotional banget nulis topik satu ini.
Sebenarnya guenya juga sih yang nggak ada kerjaan pake acara mikirin hal kaya ginian segala. Hal kaya ginian?, semakin gue gumamin ini bukan lagi sekedar 'Hal kaya ginian'. But something crucial for me.

Lately i feel irritated. Entah karena pemikiran gue aja yang kurang moderate, atau karena hal lain. Tapi itulah yang gue rasakan. Dan gue nggak nyaman. Mungkin beberapa orang nggak setuju dengan pemikiran gue. And it's okay, we have our own opinion. Well, lagi juga blog ini gue fungsikan sebagai media gue curhat atau mengeluarkan unek-unek. Gitulah pokoknya. Soalnya gue nggak gampang gitu ngomong panjang lebar ke orang tentang apa yang gue rasakan. Jadi mending gue mencari alternatif lain, dengan ngetik panjang lebar.

Adakah orang lain berpikir juga bahwa kehidupan ini sudah berubah? Tentang gimana orang berpikir, pandangan orang lain dan hal yang menjadi tolak ukur mereka. Semua standar itu membuat gue capek. mungkin bukan cuma gue tapi orang lain juga merasa capek. But some of them tend to follow rather than being judged as a different social class. You got it? udah bisa mencium roman-roman topik bahasan gue kah?

Gue nggak melihat orang dari seberapa kaya mereka. Dan gue harap nggak akan pernah. Gue lebih melihat mereka dari personality yang mereka miliki. Karena itu jauh lebih menarik -buat gue. Gue nggak peduli dengan sepatu merk apa yang lo pakai. Atau berapa harga menu makanan mewah di skybar yang senantiasa lo kunjungi yang hanya lo makan sepetil terus lo telantarkan. Atau berapa harga tas high-end lo. Atau berapa uang di bank account lo yang lo habiskan untuk membeli mobil sport seharga miliaran. Tapi gue peduli dengan sikap, kelakuan, kesopanan dan pemikiran lo. Doesn't mean i intend to judge others, tapi setiap orang pastinya punya penilaian tentang orang lain.

Dan itulah yang penting menurut gue. Karena terlalu banyak orang sekarang ini yang hanya melihat orang lain berdasarkan materi dan appearance yang mereka miliki. Memuja-muja mereka yang dianggapnya besar, lalu mengelompokkan diri mereka sebagai suatu kasta. Dan seolah gue merasa sedang hidup pada masa sejarah 1500 SM. Melihat bagaimana mereka memandang dengan rendah orang lain yang mereka anggap berada dalam kelas atau kasta yang tidak setara dengan mereka. Gue merasa miris. I feel so sad about it. Itukah kehidupan yang sedang kita bangun? Itukah arti dari moderenitas?

Gue jadi inget kutipan dari Aristotle, he said 'The life of money-making is one undertaken under compulsion, and wealth is evidently not the good we are seeking, for it is merely useful and for the sake of something else' Terkesan bijak atau terkesan naif kah kalo gue meng-iya-kan? Atau mungkin lo adalah tim 'Money may not buy happiness, but i'd rather cry in my matte black Ferrari'.

Karena semakin kesini rasa kemanusiaan itu semakin menipis. Dan gue takutnya anak cucu gue nantinya nggak akan ngerti apa itu yang dinamakan kemanusiaan. Apa itu yang dinamakan tulus dan sederhana. Ini 2018, gue nggak tau apa-apa lagi yang akan terjadi satu dekade kedepan. Tentang apa yang dipikir perlu di upgrade. Mungkin pot depan rumah akan menjadi headline pada masa itu, dimana semua orang berlomba melapisinya dengan emas dan berlian, or something. Semakin ngeri dalam imajinasi gue. 

Gue nggak bilang kita hidup harus gini-gini aja. Itu jelas hal yang nggak baik, nggak produktif. Tentunya kita punya goal dalam kehidupan kita masing-masing. Tapi bukan berarti mengejar sebuah goal membuat kita mengesampingkan hal-hal kemanusiaan itu. Kebanyakan dari kita terlalu sibuk mencari kesempurnaan finansial, fisik, or something that makes us feels never enough of the wealth we have. Begitupun gue. Kendati demikian, gue berharap bisa belajar, bisa ngerti gimana caranya mengendalikan diri gue. Supaya at least gue tau, gue bisa merasakan gimana damainya hidup dalam keseimbangan.

..you don't only have to work hard because everyone is gonna work hard, but you have to be nice as well 'cause that's what gonna make you different from other people. - Someone seems to have said it, and it's deep.


Here We Bring Open Minded Territory.

Bring Peace to The World

Contact